Postur keamanan yang bisa diuji, bukan sekadar klaim pemasaran.

Dokumen ini menargetkan pembaca teknis: peneliti keamanan, pimpinan engineering, dan CTO.

Kami menuliskan kontrol yang sudah berjalan, batas tanggung jawab yang tidak kami kontrol, serta roadmap yang belum selesai tanpa melebih-lebihkan status implementasi.

Arsitektur keamanan (tampilan hibrida)

Pengguna (ID) → Jakarta PoP (<30ms edge) → Cloudflare Workers (Komputasi) → Aiven Postgres (Penyimpanan)

Lapisan Edge

Lapisan terminasi trafik publik di jaringan Cloudflare untuk pemfilteran, perutean, dan keamanan transport.

  • • TLS 1.3 untuk data in-transit
  • • Proteksi DDoS Anycast dan WAF untuk trafik L3/L4/L7
  • • Latensi edge regional APAC, tipikal <30ms dari Indonesia

Lapisan Komputasi

Logika bisnis dieksekusi di Cloudflare Workers dengan konteks request terisolasi.

  • • Tidak ada server origin tradisional untuk di-SSH
  • • Kontrol autentikasi dan RBAC dijalankan di middleware layanan
  • • Rate limit per IP/endpoint/tenant untuk menahan brute force dan penyalahgunaan

Lapisan Penyimpanan

Data operasional dan file disimpan pada Aiven Postgres (terkelola, EU-managed) dan Cloudflare R2 dengan isolasi logis per-organisasi.

  • • Isolasi tenant via filter `org_id` di setiap query (logical isolation di shared `public` schema)
  • • Postgres dan R2 menggunakan enkripsi at-rest AES-256 pada level infrastruktur
  • • Data sensitif aplikasi dienkripsi tambahan menggunakan AES-256-GCM dengan kunci turunan per-tenant

Model ancaman: cakupan proteksi vs batas tanggung jawab

Proteksi Terhadap

  • Akses lintas tenant melalui kontrol isolasi per-organisasi (org_id filter pada setiap query, audit di code review)

  • Brute force pada endpoint autentikasi melalui rate limiting dan TTL sesi ketat

  • Man-in-the-middle (MITM) melalui penegakan TLS 1.3

  • SQL injection melalui validasi input dan pengelolaan query terkontrol

  • XSS melalui sanitasi input/output dan kebijakan header keamanan ketat

  • CSRF pada endpoint sensitif melalui validasi token dan model autentikasi terikat sesi

Di Luar Cakupan

  • Keamanan fisik data center Cloudflare (di luar kontrol operasional langsung Bisnapi)

  • Skenario kriptanalisis masa depan yang mematahkan AES-256

  • Zero-day pada runtime Cloudflare Workers sebelum patch dari vendor tersedia

Lapisan enkripsi

Lapisan

Transport (Klien ↔ Edge)

Mekanisme

TLS 1.3 + post-quantum key exchange (X25519MLKEM768)

Status

Aktif

Catatan

Melindungi data in-transit dari penyadapan dan serangan downgrade pada jalur jaringan.

Lapisan

Database at-rest (Aiven Postgres)

Mekanisme

AES-256 (managed encryption oleh Aiven Cloud)

Status

Aktif

Catatan

Enkripsi infrastruktur untuk data operasional tenant pada storage layer.

Lapisan

Penyimpanan objek at-rest (R2)

Mekanisme

AES-256 (managed encryption oleh Cloudflare)

Status

Aktif

Catatan

Enkripsi infrastruktur untuk file, dokumen, dan attachment tenant.

Lapisan

Level field aplikasi

Mekanisme

AES-256-GCM (kunci turunan per tenant)

Status

Aktif

Catatan

Lapisan tambahan untuk field sensitif agar proteksi tidak hanya bergantung pada enkripsi storage.

Autentikasi, sesi, otorisasi, dan anti-penyalahgunaan

Manajemen Sesi

  • • Token sesi menggunakan model split-token (sessionId.secret)
  • • Secret token disimpan dalam bentuk hash; plaintext tidak dipersist
  • • TTL sesi ketat dan rotasi sesi pada login baru

RBAC

  • • Akses endpoint dibatasi berdasarkan role pengguna (RBAC)
  • • Penegakan role dilakukan di middleware sebelum handler bisnis
  • • Operasi sensitif memerlukan hak akses eksplisit sesuai modul

Rate Limiting

  • • Rate limiting diterapkan per IP dan per path
  • • Endpoint autentikasi memiliki batas lebih agresif untuk mitigasi brute force
  • • Pola anomali request dapat dipakai untuk memicu triase keamanan

Linimasa respons insiden

Fase

Deteksi

Target

Real-time

Tindakan

Monitoring otomatis dan alerting awal dari sinyal operasional + keamanan.

Fase

Triase

Target

< 30 menit

Tindakan

Klasifikasi tingkat keparahan, identifikasi blast radius, dan penentuan penanggung jawab respons.

Fase

Kontainmen

Target

< 1 jam

Tindakan

Isolasi komponen terdampak, pembatasan akses, dan mitigasi dampak lanjutan.

Fase

Notifikasi

Target

< 72 jam (jika berdampak pada data pengguna)

Tindakan

Komunikasi insiden kepada pihak terdampak sesuai kewajiban regulasi yang berlaku.

Fase

Remediasi

Target

Berdasarkan tingkat keparahan

Tindakan

Perbaikan akar masalah, rollout patch, dan validasi bahwa vektor serangan sudah tertutup.

Fase

Pascainsiden

Target

< 7 hari setelah resolusi

Tindakan

Dokumentasi RCA, action items preventif, dan pembaruan kontrol deteksi.

Roadmap Keamanan

Selesai

  • Post-quantum TLS aktif (ML-KEM / X25519MLKEM768)
  • Isolasi per-tenant via org_id filter di shared Aiven Postgres (audit-able via open-source code review)
  • Enkripsi field sensitif aplikasi dengan AES-256-GCM
  • Kebijakan Pelaporan Kerentanan (VDP) dengan kanal pelaporan resmi

Sedang Berjalan

  • Key rotation terjadwal (target Q3 2026)
  • Audit logging terpusat ke R2 (target Q2 2026)

Direncanakan

  • Program annual pentest formal (target Q4 2026)
  • Program bug bounty publik (target 2027)
  • SOC 2 Type II attestation (target 2027)
  • TÜV certification (target 2027)
  • ISO 27001 certification (TBD)

Program Pelaporan Kerentanan (VDP) untuk peneliti

Email Kontak

security@snappy.co.id

PGP Key

DA49 D01C 616E 83FE F7A2 3C92 7FA3 E73E 1533 A1E5

Jendela Pengungkapan

90 hari

Cakupan

  • • *.snappy.co.id
  • • *.bisnapi.id (hanya tenant milik pelapor)
  • • API publik yang terekspos ke internet
  • • Pengujian autentikasi, otorisasi, dan isolasi tenant tanpa payload destruktif

Safe Harbor

Peneliti yang mengikuti aturan VDP (pengujian itikad baik, tanpa eksfiltrasi data produksi, tanpa gangguan layanan) mendapat perlindungan safe harbor sesuai kebijakan program.